RUMAH; dimanapun asalkan bersama dia
Mika August & Diang Anggrek
malam ini ku paksakan mataku untuk tegar menghalau kantuk
malam ini ku rasakan saja mual yang mencabik perut karena ikut menikmati minumannya, Kopi.
ku pandang lebih dalam
ku cermati lebih teliti
ketika tangan lelaki di hadapan ku mulai memainkan kuasnya
ntah, rasanya tidak biasa
dulu saja aku pernah melihat ia melakukan ini tapi tak seperti saat ini
seketika otak ku bertanya
"apakah aku telah benar-benar jatuh cinta padanya?"
pada seseorang yang ntah aku tak mengerti harus berbuat apa
katanya "kau hadir untukku, menyempurnakan warna-warna yang sedang ku lukiskan"
lantas, mengapa hati masih membeku
aku bukan manusia instan yang bisa dengan tiba-tiba mengatakan aku cinta pada siapa saja
jelas perlu proses untuk itu, aku lebih senang jika rasa itu menjadi "membangun cinta" biar ku usahakan, cukup aku yang tau caranya
Hari ini, terlalu banyak hal yang telah terjadi,
pegangan tangan nya ketika ku berjalan dengan gaun dan high heel menuju mobil yang diparkir setelah Resepsi pernikahan teman sekolahnya, senyum sumringah dari wajahnya ketika mempelai pria mengatakan "akhirnya"
ya, akhirnya dia mengakhiri masa pencariannya setelah sekian purnama, dan dengan santai nya ia berkata " do'akan aku, tahun depan"
seketika mata ku berbinar-binar, seserius itu kah ia dengan ku, seorang wanita yang 8 bulan ini terpuruk dalam toxic relationship berteman duka, luka, pilu, perih, dan Insecure sebagai kaum hawa
Siang ini,
hatiku berkata "Tuhan memberikan apa-apa yang kamu butuhkan,
bukan yang kamu minta"
DIA, jawaban dari semua do'a dan harapan itu,
semoga dia,
RUMAH
rumah,
dimanapun asalkan bersama dia
30 nov 2020



Komentar
Posting Komentar