AKU BISU

 


alisnya yang memikat

rapi meski tak pernah di perhatikan si empunya

masker abu-abu di turunkan kedagu, agar nafas masih bisa berpacu tanpa menderu

hijau lumut, ntah sejak kapan dia suka warna itu, 

hasil penarikan kesimpulan otak ku


aku bisu 

hanya menyeruput cappucino,

bukan, ini red velvet


jemariku hanya bisa bercengkrama dengan otakku sendiri

tak berani ku usik dia yang berpetualang bersama pensil, dan dunia khayalnya


Layar handphone yang menyala

sekotak rokok tak disentuhnya sedari tadi, utuh 


deretan drawing pen dengan segala ukuran memenuhi meja 


aku bisu

rindu ini membuncah tak menentu

tapi dia hanya mengabaikan ku


Point culture, (7/3) 

Komentar

Postingan Populer